Siapa Kami?
CEMPALA adalah konsorsium pelestari dan pengembang Wayang Indonesia yang didirikan oleh Museum Seni Budaya Jawa Ullen Sentalu dan Universitas Gadjah Mada, Fakultas Filsafat bekerjasama dengan Yale University Art Gallery dan British Museum. Nama CEMPALA selain identik dengan instrument penting dalam pertunjukan wayang yang memberikan nyawa dan elemen vital bagi seluruh pertunjukan, juga merupakan singkatan dari Centre for Multidisciplinary Puppetry Arts Learning and Appreciation atau Pusat Kajian Multidisiplin dan Pengembangan Seni Wayang di Indonesia dan dunia.
Konsorsium CEMPALA bertujuan untuk menggali, memaknai, dan mendiseminasikan kekayaan dan keaneka-ragaman Wayang dikaji dari berbagai aspek termasuk nilai tak benda dan kebendaannya yang terdiri seni tatah, sungging, karakter, wiracarita, pertunjukan, makna ikonografis dan filosofis serta kebudayaannya. Beragam wayang yang termasuk dalam bidang kajian dan kegiatan diantaranya Wayang Beber, Kulit, Golek, Krucil, Klithik, Orang, Batu, Cinema dengan kisah Ramayana, Mahabharata, Panji, Menak, Wahyu, Sadat, Kancil, Revolusi dan lainnya.
CEMPALA merupakan konsorsium terbuka yang didukung oleh para ahli di bidangnya. Selain didirikan bersama Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, konsorsium ini juga bekerjasama dengan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, juga Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Universitas Gadjah Mada, yang memiliki sumberdaya peneliti dan pegiat wayang dari berbagai subjek kajian ilmiah, yang dapat mendukung tercapainya visi-misi CEMPALA baik dalam skala regional, nasional, maupun internasional.
CEMPALA membuka diri untuk bekerjasama dengan perorangan, lembaga, maupun instansi terkait selaku stakeholders budaya wayang Nusantara, sehingga manfaat yang diberikan kepada masyarakat akan semakin luas dan merata.
Hubungi Kami

Visi, Misi & Obyektif
CEMPALA (Centre for Multidisciplinary Puppetry Arts Learning and Appreciation) adalah konsorsium pelestari dan pengembang seni wayang yang didirikan oleh Museum Seni dan Budaya Jawa Ullen Sentalu bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada Fakultas Filsafat.
CEMPALA menjadi pusat kajian multidisiplin dan pengembangan seni wayang di Indonesia dan dunia, dengan tujuan menyelamatkan, memaknai, dan menyebarluaskan kekayaan warisan budaya wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity yang telah ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 2003.
Kekayaan dan keanekaragaman wayang dikaji dari berbagai aspek — baik nilai takbenda (intangible) maupun nilai kebendaan (tangible) — yang mencakup seni tatah-sungging, karakter, wiracarita, seni pertunjukan, serta makna ikonografis, filosofis, dan kebudayaan di baliknya. Kajian ini meliputi berbagai jenis wayang seperti Wayang Beber, Batu, Kulit, Golek, Krucil, Klithik, Orang, hingga Cinema Wayang, dengan kisah Ramayana, Mahabharata, Panji, Menak, Wahyu, Sadat, Kancil, Revolusi, dan ragam narasi lainnya.
Visi
- Menyelamatkan dan mendiseminasikan keberadaan serta arti penting berbagai wayang masterpiece yang tersebar di dunia dan di berbagai kota di Indonesia — baik yang tersimpan di museum, galeri, institusi, maupun koleksi pribadi — demi pengetahuan bangsa Indonesia dan masyarakat global.
- Mereproduksi dan menghidupkan kembali nilai-nilai tangible dan intangible dari seni pembuatan dan pertunjukan wayang sesuai pakem dan kaidah tradisi yang benar.
- Menjalin jejaring komunikasi dan kolaborasi global dengan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang koleksi dan pergelaran wayang di seluruh dunia, guna memperkokoh posisi Indonesia dalam diplomasi kebudayaan internasional.
- Menciptakan Museum Wayang Virtual melalui Portal Cempala dan museum onsite di Yogyakarta, sebagai prototipe untuk dikembangkan di berbagai kota dan lembaga pendidikan di Indonesia dan dunia.
Misi
- Mendokumentasikan dalam bentuk foto dan video berbagai pergelaran wayang masterpiece dari Indonesia dan mancanegara, disertai penjelasan mengenai karakter, sejarah, dan konteks budaya setiap karya.
- Mengurus hak cipta dan mereplikasi wayang-wayang masterpiece agar dapat diakses dan dinikmati masyarakat luas di berbagai negara pecinta dan pelestari wayang.
- Menerbitkan Katalog Wayang dalam dua edisi:
- Collectible Edition sebagai cinderamata diplomasi budaya.
- College Edition untuk pelajar, peneliti, dan masyarakat umum.
Dewan Penasehat
Steering Committee
- Dr. KPH Samuel Wedyadiningrat
Museum Ullen Sentalu,Yogyakarta, Indonesia | Direktur Yayasan Ulating Blencong - Dr. Siti Murtiningsih,S.S.,M.Hum
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia | Dekan Fakultas Filsafat - Dr. Ruth Barnes
Yale University Art Gallery, New Haven, Amerika Serikat | Thomas Jaffe Curator of Indo-Pacific Art - Dr. Alexander Green
British Museum, London, Inggris | Henry Ginsburg Curator for Southeast Asia Collection - Dr. Matthew Isaac Cohen
University of Connecticut, Connecticut, Amerika Serikat | Dosen Department of Dramatic Arts
Sekretariat
Secretariat





Daniel Haryodiningrat
Director of Ullen Sentalu Museum, Yogyakarta
Matthew Cohen
Professor of Drama, University of Connecticut, United States
Rudy Wiratama
Lecturer in Javanese Literature Studies, Gadjah Mada University, Yogyakarta
R Bima Slamet Raharja
Lecturer in Javanese Literature Studies, Gadjah Mada University, Yogyakarta
Deti Lucara
Secretary and Digital Content Manager
